Senin, 28 Mei 2018

Ini Alasan Lion Air Polisikan Pembuka Jendela Darurat





Jakarta - Lion Air melaporkan penumpang yang membuka jendela darurat dengan kode penerbangan JT 687 rute Pontianak-Jakarta. Penumpang itu dipolisikan karena diduga telah merusak fasilitas pesawat.

"Penumpang yang diduga melakukan tindakan merusak pesawat telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan saat ini sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/4/2018).


"Dalam penerbangan tersebut, ada seorang penumpang yang bergurau membawa bom, namun ini tidak serta-merta dijadikan alasan untuk membuka jendela darurat," ujarnya.
Danang menerangkan penumpang itu membuka jendela darurat karena ada ancaman bom. Namun dia menegaskan insiden tersebut tak bisa langsung dijadikan alasan untuk membuka jendela darurat.


Penumpang yang membuka jendela darurat itu masih diperiksa oleh polisi. Lion Air berharap kasus dugaan perusakan fasilitas itu berlanjut ke tingkat pengadilan.

"Lion Air berharap perbuatan tersebut diproses sampai pada tingkat pengadilan," tutur Danang.

Sementara itu, akibat adanya ancaman bom, penerbangan Lion Air itu harus mengalami penundaan. Namun Lion Air tetap berkomitmen memberangkatkan semua penumpang dengan menunggu pesawat dari bandara lain.

Sebelumnya diberitakan, pramugari Lion Air bercerita tentang kepanikan saat ada penumpang yang melontarkan ancaman bom. Karena panik, sejumlah penumpang membuka emergency exit atau pintu darurat.


detikcom mendapat potongan video kesaksian pramugari dari Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Nanang Purnomo, Senin (28/5/2018). Dalam video itu tampak pelaku yang menebar teror ancaman bom bernama Frantinus Nirigi sudah diamankan.


"Tanpa ada desak-desakan, dorong-dorongan, semakin lama semakin lama kemudian captain saya keluar dengan command, 'Ayo cepat, ayo cepat.' Jadi saya lebih mengeraskan suara saya, 'Ayo cepat, Bapak-Ibu, keluar dengan tenang.' Akhirnya yang di belakang berdiri semua, panik, sedangkan FA saya semua di belakang, semua belum standby di station-nya masing-masing. Jadinya FA saya tidak bisa memberikan command dengan benar kepada penumpang dan menjaga station-nya, emergency exit-nya masing-masing. Jadi ada beberapa penumpang yang membuka jendela daruratnya," jelas pramugari tersebut panjang-lebar.
(knv/jor)

Sasar Milenial, Garuda Indonesia Tawarkan Kelas Baru




Garuda Indonesia memperkenalkan produk baru Sub kelas 'Economy Basic' yang menawarkan harga terjangkau dengan value layanan prestise khas maskapai bintang lima. Adapun produk kelas Economy Basic tersebut berlaku khusus untuk rute penerbangan yang dilayani armada ATR 72-600 dan Bombardier CRJ 1000 di beberapa sektor destinasi.

Direktur Niaga Domestik Garuda Indonesia, Nina Sulistyowati mengungkapkan, subkelas penerbangan Economy Basic merupakan kelas penerbangan yang menawarkan harga kompetitif dengan spesifikasi value layanan yang disesuaikan agar pengguna jasa tetap dapat merasakan pengalaman layanan penerbangan bintang lima Garuda Indonesia.

Melalui penyesuaian spesifikasi value layanan tersebut pengguna jasa dapat tetap merasakan pengalaman penerbangan bintang lima.


"Sejalan dengan potensi market yang semakin menjanjikan khususnya pada rute penerbangan short haul yang dilayani armada ATR 72-600 dan Bombardier CRJ 1000, kehadiran kelas Economy Basic ini kami harapkan dapat mengakomodir demand market pengguna jasa kelas ekonomi yang mengedepankan konsep traveling Value for Money," ungkap Nina melalui keterangan tertulis, Senin (28/5/2018).

Nina mengatakan, Economy Basic sendiri sudah mulai ditawarkan ke masyarakat dari tanggal 21 Mei 2018 lalu untuk penerbangan di tanggal 28 Mei 2018 pada 21 rute armada ATR 72-600 dan Bombardier CRJ 1000 khususnya di sejumlah rute penerbangan tujuan Medan, Palembang, Pontianak, Balikpapan dan Ujung Pandang.

“Diperkenalkannya kelas Economy Basic jelang periode peak season ini sekaligus kami harapkan dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman dengan menggunakan layanan penerbangan Garuda Indonesia namun dengan harga yang lebih terjangkau.
Sasar Milenial






Nina berharap, melalui kelas penerbangan terbaru ini dapat menyasar segmen pengguna jasa baru seperti generasi muda millenials yang mengedepankan value experience perjalanan serta group traveler yang memprioritas harga tiket penerbangan yang lebih kompetitif.

Sementara itu Nina menjelaskan hadirnya kelas layanan terbaru Economy Basic ini juga menjadi upaya perusahaan dalam memperluas akses masyarakat dalam menggunakan layanan penerbangan premium Garuda Indonesia.

"Hadirnya sub kelas penerbangan terbaru Economy Basic tersebut sekaligus menjadi strategi maskapai dalam memaksimalkan potensi pangsa pasar domestik melalui segmentasi pasar pengguna jasa yang mengedepankan harga tiket penerbangan yang lebih bersaing namun dengan value layanan yang menarik.

"Melalui pilihan sub kelas penerbangan Economy Basic ini, pengguna jasa memiliki kesempatan dalam memilih harga tiket penerbangan yang kompetitif bahkan lebih bersaing dari harga promo yang ditawarkan di travel fair," tutup Nina.

Minggu, 27 Mei 2018

Galaxy Note 9 Bakal Punya Varian RAM 8 GB









Jakarta - Samsung bakal menghadirkan Galaxy Note 9 dengan spek sangat gahar. Bagaimana tidak RAM 8 GB akan tersemat dalam ponsel ini.

Menurut sejumlah bocoran dari China, akan ada sejumlah varian Galaxy Note 9 yang disiapkan vendor asal Korea Selatan itu. Varian paling rendah ponsel ini akan tersemat RAM 6 GB dengan ruang penyimpanan 64 GB.




Nah varian teratasnya akan memiliki RAM 8 GB. Tidak hanya itu, Samsung akan memberikan memori internal 512 GB. Untuk prosesornya sendiri, phablet ini akan ditenagai Snapdragon 845 untuk pasar Amerika Serikat dan China, sementara pasar lainnya akan dibekali Exynos 9810.




Ketika keluar nanti, Galaxy Note 9 akan pula hadir dengan pilihan warna baru, yakni Toddy Brown. Semua varian akan memiliki slot microSD yang mendukung hingga 2 TB. Selain itu, pembaruan Bixby 2.0 akan pula disertakan.

Bicara jadwal perilisannya, banyak prediksi yang beredar. Ada yang menyebut Galaxy Note 9 lahir di ajang IFA 2018 pada akhir Agustus atau awal September. Tapi beberapa pihak menyakini phablet ini akan melenggang akhir Juli mendatang, demikian dilansir dari Android Headlines, Senin (28/5/2018).(afr/afr)


Bocah SMP Curi Koper, Bandara Soetta Evaluasi Pengambilan Bagasi






Jakarta - Seorang pelajar SMP berinisial DV (15) mencuri koper di Bandara Soekarno-Hatta dengan leluasa. Tanpa memiliki boarding pass, dia bisa masuk dari pintu keluar.

"Dengan membawa paper bag dan koper kemudian berpura-pura ada koper yang tertinggal," ucap Kapolres Bandara Soekarno-Hatta AKBP Viktor Togi Tambunan, kepada wartawan di Mapolres Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Minggu (27/5/2018).

Pihak Bandara Soekarno-Hatta menjadikan peristiwa itu sebagai bahan evaluasi pengambilan bagasi. Koper atau barang apapun yang diambil dari bagasi akan dicocokkan dengan boarding pass.


"Nah, ini yang kita sedang ingin menyampaikan dan membuat semacam layanan bersama. Kemudian ini menjadikan suatu prosedur tetap yang nanti kita akan samakan," Senior General Manager (SGM) Bandara Internasional Soekarno-Hatta ( Soetta), Suriawan Wakan, kepada wartawan di lokasi yang sama.

Menurut Wakan, seharusnya penumpang yang masuk kembali dari pintu keluar harus menunjukkan boarding pass. Dia mengatakan evaluasi pengamanan akan diperketat.

"Ini sedang dilakukan keterangan oleh pihak polres. Untuk siapa petugas yang memang sedang berjaga di sana. Nanti kemungkinan kita dapat input, dan sebagainya, apakah ini kelalaian dan sebagainya," ucap Wakan.


Selain itu, setiap ada penumpang kembali masuk, dengan keperluan lain, harus ditemani oleh AVSEC (Aviation Security). Namun, dilihat dari CCTV, DV berjalan sendirian.

"(Penumpang) biasa meminta bantuan kami untuk bisa mengakses sampai sana karena memang saat penumpang ingin masuk biasanya itu dikawal dan dipastikan oleh petugas ground handling bandara untuk diantar menemukan barang yang dicari dan petugas AVSEC pun memastikan seberapa lama dia mencari itu," kata Wakan

Kejadian kehilangan koper ini sempat viral di media sosial. Seseorang bercerita dia kehilangan dua koper di Terminal Bandara Soekarno Hatta pada 12 Mei 2018.

Polisi akhirnya mengamankan DV di rumahnya di Tigaraksa, Tangerang. Di kamarnya, tersimpan 10 koper hasil curiannya.
(aik/dhn)